{"id":105,"date":"2024-07-26T03:58:24","date_gmt":"2024-07-26T03:58:24","guid":{"rendered":"https:\/\/yapsekarta.id\/?p=105"},"modified":"2024-07-26T03:59:19","modified_gmt":"2024-07-26T03:59:19","slug":"hidden-gem-serat-suryaraja-chapter-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/2024\/07\/26\/hidden-gem-serat-suryaraja-chapter-2\/","title":{"rendered":"Hidden Gem Serat Suryaraja Chapter 2"},"content":{"rendered":"\n<p>Ditulis oleh <a href=\"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/cooky-t-adhikara\/\" data-type=\"page\" data-id=\"91\">Cooky T. Adhikara, SE, MM.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Kata &#8220;Suryaraja&#8221; secara Etimologi berasal dari kata Sansekerta &#8220;Surya&#8221; yang berarti matahari dan &#8220;Raja&#8221; yang berarti penguasa. Filosofi ini menggambarkan raja sebagai penyangga dan pengatur kehidupan di wilayah kekuasaannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Konsep ini menempatkan raja dalam peran yang sangat penting, seperti matahari yang mengatur kehidupan di bumi. Dalam Serat Suryaraja, terdapat analogi yang kuat antara raja dan matahari, di mana raja diibaratkan sebagai Surya yang menyokong dan mengatur kehidupan di wilayah kekuasaannya.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Kata Suryo, itu berasal dari akar kata Sansekerta itu Ser, Sarati, kemudian juga disamping itu juga berarti Sisarati artinya mengalir dengan lembut atau yang setiap hari berjalan dengan lembut. Dalam hal ini, yang berjalan dengan lembut itu adalah matahari. Matahari itu jika dilihat perjalanannya dalam<br>sehari itu selama 24 jam dan jika diperhatikan seksama, perjalanan matahari mulai dari terbit hingga kemudian tenggelam itu terlihat berjalan dengan sangat lembut dan tidak pernah Lelah, tidak pernah jemu dalam menghidupi alam semesta.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Yang dihidupkan oleh matahari tidak hanya bumi tetapi juga planet-planet yang lain entah itu Mars atau Venus kemudian ada nanti Jupiter kemudian nanti ada Neptunus Uranus dan sebagainya sehingga semua itu kehidupan itu tergantung apa dari matahari.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, kata Raja ini juga kata Sansekerta itu dari kata Raj, yang punya dua makna. Pertama adalah Rajati, itu artinya memerintah jadi Raja itu adalah Ia yang memerintah. Makna Raja yang kedua Rajnyati artinya mewarnai; makna ini nanti menjadi kata Raga dalam bahasa Jawa kuno Sansekerta. Raga yang berarti keinginan manusiawi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam konteks Serat ini, yang digunakan adalah Makna Raja yang pertama karena dalam teks ini, \u201cA\u201d pada Raja digunakan \u201cA\u201d Panjang, Raja dengan \u201cA\u201d panjang, yang artinya Ia yang memerintah.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika dua kata ini digabung akan menjadi Surya sebagai Raja; Surya yang didudukkan sebagai Raja.<br>Relasi antara matahari dan raja dapat ditinjau dari perspektif Kosmologi dan Teologi sehingga akan mendapatkan pengertian bahwa Raja selalu diperumpamakan sebagai Surya, sebagai Matahari.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, penting untuk memahami hubungan antara matahari dan raja. Dari perspektif kosmologi dan teologi, Raja sering diumpamakan sebagai Surya atau matahari. Dalam konteks Kosmologi, Surya berperan sebagai Pratista, yaitu penyangga yang menjadi dasar dan landasan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, Raja, yang diidentikkan dengan Surya, bertindak sebagai penyangga bumi, menyangga kehidupan atau kelangsungan hidup di bumi. Jika Bumi tidak memiliki Surya, Bumi tidak akan bisa berputar dan akan hancur dalam satu menit jika Surya berhenti berfungsi. Oleh karena itu, Raja dianggap sebagai pengatur kehidupan di bumi.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Serat Suryo Rojo berisi aturan-aturan yang ditetapkan untuk mengatur bumi. Bumi dalam pengertian ini tidak dipahami seperti sekarang sebagai bulatan globe, tetapi sebagai wilayah kekuasaan raja pada masa itu. Bumi adalah tempat di mana Raja memerintah, atau Jagat. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini bukan berarti seluruh bulatan bumi, tetapi wilayah kekuasaan Raja.<br>Dalam kosmologi, Raja disebut sebagai Cakrawartin atau dalam bahasa Jawa disebut Cokrowati. Raja selalu digambarkan sebagai Nyokrowati mbaudendo. Cakrawartin berasal dari kata &#8220;Cakra&#8221; yang berarti Bulatan, mengibaratkan bumi sebagai bulatan yang dapat bergulir. Kata &#8220;Wartin&#8221; berasal dari &#8220;wer&#8221; atau &#8220;warati,&#8221; yang berarti menyelimuti. Cakrawati adalah sosok yang menyelimuti bumi. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, seorang raja yang memerintah di negerinya diharuskan mampu menyelimuti dan melindungi seluruh wilayah kekuasaannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh Cooky T. Adhikara, SE, MM. Kata &#8220;Suryaraja&#8221; secara Etimologi berasal dari kata Sansekerta &#8220;Surya&#8221; yang berarti matahari dan &#8220;Raja&#8221; yang berarti penguasa. Filosofi ini menggambarkan raja sebagai penyangga dan pengatur kehidupan di wilayah kekuasaannya. Konsep ini menempatkan raja dalam peran yang sangat penting, seperti matahari yang mengatur kehidupan di bumi. Dalam Serat Suryaraja, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-105","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106,"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105\/revisions\/106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yapsekarta.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}